Sejarah Indonesia(Masa Kependudukan Jepang)

Januari 29,2023
Viorin Andira Fayza
Ken Julietta Mahardiva

XI IPS 3
Sejindo


1. Garis waktu masa kependudukan jepang
#1941#
• 5 Desember - Pemerintah Hindia Belanda mengirim permintaan
kepada Australia untuk mengirimkan pasukannya ke Ambon dan Timor. Pesawat-pesawat Angkatan Udara Australia dan personilnya tiba pada 7 Desember.
• 8 Desember - Jepang menyerang Malaya, mendarat di ujung selatan Thailand dan utara Malaya. Jepang mulai menyerang Filipina. Belanda, di antara bangsa-bangsa lainnya, perang terhadap Jepang.
#1942#
• 11 Januari - Jepang merebut Tarakan.
• 12 Januari - Van Mook melakukan perjalanan darurat ke Amerika
Serikat, meminta tambahan pasukan, dan agar Hindia Belanda tidak
dilupakan dalam pertahanan Sekutu.
• 13 Januari - Jepang merebut Manado.
• 16 Januari – Agen-agen Aceh kembali dari Malaya dengan janji-janji
dukungan Jepang dalam melawan Belanda.
• 23 Januari - Jepang merebut Balikpapan meskipun terdapat serangan
balasan dari Belanda dan A.S.
• 25 Januari - Jepang merebut Kendari di Sulawesi.
• 30 Januari - Jepang menyerang Ambon. Pasukan-pasukan KNIL dan
Australia menghancurkan pasokan agar tidak jatuh ke tangan Jepang. Kota Ambon direbut dalam tempo 24 jam. Pertempuran berlanjut hingga 2 Februari. Sejumlah 90 persen pasukan pertahanan Australia menjadi korban, banyak di antaranya yang dibantai pada Februari setelah ditawan.
• 1 Maret - Pertempuran Selat Sunda: Pasukan invasi Jepang mendarat di Banten.
• Pasukan invasi Jepang mendarat di sebelah barat Surabaya.
• Serangan udara Jepang atas Medan.
• 5 Maret - Serangan udara Jepang di Cilacap. Jepang masuk ke
Batavia.
• 7 Maret - Jepang merebut Cilacap.
• 7 Maret - Rangoon jatuh ke tangan Jepang.
• 8 Maret - Jepang merebut Surabaya.
• November, Pemberontakan di Aceh diredam oleh Jepang.
• Jenderal Imamura digantikan oleh Jenderal Harada.
• 7 Desember - Ratu Wilhelmina dari kerajaan Belanda, di pengasingan
berpidato menjanjikan perbaikan hubungan kembali dengan jajahan
setelah perang selesai.
• 27 Desember - Jepang membuka kamp interniran pertama untuk
perempuan Belanda di Ambarawa.
#1943#
• 7 Juli - Perdana Menteri Jepang Tojo menjanjikan pemerintahan
otonomi terbatas bagi Indonesia dalam pidatonya di Gambir.
• 13 Agustus - Amerika melancarkan serangan bom dari Australia
terhadap Balikpapan.
#1944#
• 9 Mei - Komandan Jepang memutuskan meninggalkan Irian Barat.
• 17 Mei - Serangan udara Sekutu di Surabaya.
• 21 Mei - Tentara Amerika mendarat di Biak.
• 4 Juni - Jepang melancarkan serangan balik ke Biak.
#1945#
• 15 Agustus - Jepang menyerah kepada Sekutu. Tentara dan
Angkatan Laut Jepang masih berkuasa di Indonesia karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia ke tangan Belanda.
• Para pemuda pejuang, termasuk Chaerul Saleh, yang tergabung dalam gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal 16 Agustus 1945 mereka menculik Soekarno dan Hatta, dan membawanya ke Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai peristiwa Rengasdengklok. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun risikonya.

2. Faktor yang mendorong Jepang menjadi negara kolonialisme dan imperialisme di Indonesia adalah 

Jepang tidak memiliki sumber bahan mentah dalam negeri yang cukup untuk mensuplai kebutuhan industri-industrinya. Sehingga Jepang melakukan imperialisme di Indonesia salah satunya yaitu untuk menguasai SDA di Indonesia terutama guna mendukung potensi perang Jepang serta mendukung industrinya. 


3. Kehidupan Sosial Politik Ekonomi Budaya Masa Jepang

Kehidupan politik pada masa Jepang

Pada masa pendudukan Jepang, pemerintah Jepang selalu mengajak bekerja sama golongan-golongan nasionalis. Hal tsb berbeda dibandingkan pada masa pemerintahan Hindia-Belanda. Saat itu golongan nasionalis selalu dicurigai. Golongan nasionalis mau bekerja sama dengan pemerintahan Jepang karena Jepang banyak membebaskan pemimpin nasional Indonesia dari penjara, seperti Soekarno, Hatta, dan juga Sjahrir.
Jepang menganggap bahwa golongan nasionalis ini memiliki pengaruh besar terhadap masyarakat Indonesia. Saat itu, Wakil Kepala Staf Tentara Keenam Belas, Jenderal Harada Yosyikazu, bertemu dengan Hatta untuk menyatakan bahwa Jepang tidak ingin menjajah Indonesia, melainkan ingin membebaskan bangsa Asia. Karena itulah Hatta mererima ajakan kerja sama Jepang. Akan tetapi, Sjahrir dan dr. Tjipto Mangunkusumo tidak mererima tawaran kerja sama Jepang.
Namun, kemudian Jepang mengeluarkan undang-undang yang terkait pada bidang politik yang justru banyak merugikan bangsa Indonesia.

Kehidupan budaya 

Jepang berusaha menerapkan nilai-nilai kebudayaannya kepada bangsa Indonesia. Tetapi langsung mendapat pertentangan dan perlawanan dari masyarakat di Indonesia. Bangsa kita ini hanya menyembah Sang Pencipta, yaitu Tuhan Yang Maha Esa mana mungkin setuju memberi hormat dengan membungkukkan punggung dalam-dalam (seikerei) ke arah matahari terbit.

Kehidupan sosial

Pemerintahan Jepang saat itu mencetuskan kebijakan tenaga kerja romusha. Pada awalnya pembentukan romusha mendapat sambutan baik dari rakyat Indonesia, justru banyak yang bersedia untuk jadi sukarelawan. Namun semua berubah ketika kebutuhan Jepang untuk berperang meningkat.

Pengerahan romusha menjadi sebuah keharusan, bahkan paksaan. Hal tersebut membuat rakyat Indonesia menjadi sengsara. Mereka dipaksa membangun semua sarana perang yang ada di Indonesia. Selain itu juga dikerjapaksakan sampai ke luar negeri. Ada yang dikirim ke Vietnam, Burma (sekarang Myanmar), Muangthai (Thailand), dan Malaysia. Semua dipaksa bekerja sepanjang hari, tanpa diimbangi upah dan fasilitas hidup yang layak. Akibatnya, banyak dari mereka yang tidak kembali lagi ke kampung halaman karena sudah meninggal dunia.

Selain romusha, Jepang juga membentuk Jugun Ianfu. Jugun Ianfu adalah tenaga kerja perempuan yang direkrut dari berbagai Negara Asia seperti Indonesia, Cina, dan korea. Perempuan-perempuan ini dijadikan perempuan penghibur bagi tentara Jepang. Sekitar 200.000 perempuan Asia dipaksa menjadi Jugun Ianfu.

Kehidupan ekonomi

Sewaktu Indonesia masih di bawah penjajahan Jepang, sistem ekonomi yang diterapkan adalah sistem ekonomi perang. Saat itu Jepang merasa penting untuk menguasai sumber-sumber bahan mentah dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuan Jepang melakukan itu, untuk menghadapi Perang Asia Timur Raya, Squad.

Dalam bidang perekonomian pada pendudukan Jepang juga merugikan rakyat Indonesia. Jepang menguasai semua wilayah pertanian dan perkebunan peninggalan Belanda dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan perang mereka. Dari hasil panen, rakyat hanya dapat menikmati 40%,sisanya disetorkan kepada pemerintah Jepang dan disimpan ke lumbung untuk persediaan bibit, hal tersebut menimbulkan bahaya kelaparan serta penyakit diberbagai daerah.

Kebijakan ekonomi

KEBIJAKAN EKONOMI INDONESIA ERA PENDUDUKAN JEPANG

1. Menyita asset-asset ekonomi yang penting

2. Adanya kebijakan Self-Sufficiency

3. Melakukan pengawasan yang ketat dalam bidang ekonomi

Sumber :






Komentar